Bagan Desa
Struktur Organisasi Pemerintahan Desa
Kabupaten Minahasa
DENGAN MENGEDEPANKAN AZAS KEBERSAMAAN MENUJU MASYARAKAT YANG MANDIRI
Struktur Organisasi Pemerintahan Desa
Kecamatan Sonder
Pada akhir abad ke-18, di wilayah Minahasa Tengah, khususnya Distrik Kawangkoan (bagian selatan) dan Tomohon (bagian utara), masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai petani mulai memperluas wilayah mereka untuk dijadikan lahan pertanian.
Secara berkelompok, mereka mencari tempat yang cocok untuk bercocok tanam. Di sebelah utara Sonder (sekarang Kecamatan Sonder) ditemukan daerah di sekitar perbukitan yang memiliki kondisi tanah sesuai untuk dijadikan lahan pertanian.
Selain membuka lahan, kelompok-kelompok ini juga mulai mendirikan tenda-tenda kecil (sabuah atau rumah kebun) sebagai tempat beristirahat atau menginap bersama keluarga.
Masyarakat dari kedua distrik (Kawangkoan dan Tomohon) sering berkunjung dan berinteraksi di wilayah ini. Hubungan kekerabatan pun mulai terjalin dan berkembang menjadi kerja sama yang erat.
Seiring waktu, kegiatan gotong royong, tolong-menolong, dan kerja sama dalam membuka lahan pertanian makin sering dilakukan. Semangat kebersamaan ini dikenal dengan istilah mapalus atau mah sawang-sawangan (saling membantu satu sama lain).
Kerja sama dan hubungan sosial yang kuat membuat masyarakat mulai menetap di daerah tersebut. Mereka membentuk komunitas baru dan menjalin ikatan perkawinan antarwarga dari dua sub-etnis yang berbeda
Walau berasal dari dua sub-etnis berbeda, yakni Toutemboan dan Toumbulu, perbedaan bahasa dan budaya tidak menjadi penghalang. Justru perpaduan keduanya memperkuat rasa persaudaraan.
Tokoh penting pada masa awal berdirinya desa adalah Paulus Mandagi, yang dikenal sebagai Tonaas Timanik Um Banua Sawangan atau kepala distrik pada masa itu.
Nama Sawangan berasal dari kata mah sawang-sawangan, yang berarti “saling membantu” atau “tolong-menolong.” Nama ini mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan persatuan warga desa sejak awal berdirinya.
Kelurahan Pinaras
Perkebunan Rambunan
Perkebunan Talikuran
Perkebunan Tincep
184.5 hektarr
306 Jiwa