Visi

DENGAN MENGEDEPANKAN AZAS KEBERSAMAAN MENUJU MASYARAKAT YANG MANDIRI

Misi

  1. Melaksanakan tugas dalam pemerintahan dari berbagai bidang sendi kehidupan masyarakat sesuai kebutuhan yang ada.
  2. Melaksanakan Pelayanan terhadap masyarakat luas dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan secara merata.
  3. Melaksanakan tugas dalam bidang PEMBANGUNAN dengan berpedoman pada program yang ada berpadanan dengan ASPIRASI masyarakat seusai kebutuhan.
  4. Bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat, dengan kerbukaan dalam menggali gagasan, dengan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menciptakan peluang kerja dibidang pertanian/peternakan bahkan keahlian/keterampilan yang ada.
  5. Dengan memanfaatkan potensi yang ada untuk menumbuh kembangkan minat masyarakat, seiring dengan perkembangan dan kebutuhan, dan merangkul generasi muda/karang taruna dan seluruh komponen masyarakat

Bagan Desa

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

Bagan Struktur Organisasi Desa Sawangan

📜 SEJARAH DESA SAWANGAN

Kecamatan Sonder

Akhir Abad ke-18 – Awal Perkembangan

Pada akhir abad ke-18, di wilayah Minahasa Tengah, khususnya Distrik Kawangkoan (bagian selatan) dan Tomohon (bagian utara), masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai petani mulai memperluas wilayah mereka untuk dijadikan lahan pertanian.

Pencarian Wilayah Subur

Secara berkelompok, mereka mencari tempat yang cocok untuk bercocok tanam. Di sebelah utara Sonder (sekarang Kecamatan Sonder) ditemukan daerah di sekitar perbukitan yang memiliki kondisi tanah sesuai untuk dijadikan lahan pertanian.

Pembukaan Lahan dan Hunian Awal

Selain membuka lahan, kelompok-kelompok ini juga mulai mendirikan tenda-tenda kecil (sabuah atau rumah kebun) sebagai tempat beristirahat atau menginap bersama keluarga.

Hubungan Antar Distrik dan Kekerabatan

Masyarakat dari kedua distrik (Kawangkoan dan Tomohon) sering berkunjung dan berinteraksi di wilayah ini. Hubungan kekerabatan pun mulai terjalin dan berkembang menjadi kerja sama yang erat.

Gotong Royong dan Kerja Sama (Mapalus / Mah Sawang-sawangan)

Seiring waktu, kegiatan gotong royong, tolong-menolong, dan kerja sama dalam membuka lahan pertanian makin sering dilakukan. Semangat kebersamaan ini dikenal dengan istilah mapalus atau mah sawang-sawangan (saling membantu satu sama lain).

Pembentukan Permukiman Tetap

Kerja sama dan hubungan sosial yang kuat membuat masyarakat mulai menetap di daerah tersebut. Mereka membentuk komunitas baru dan menjalin ikatan perkawinan antarwarga dari dua sub-etnis yang berbeda

Persatuan Dua Sub-Etnis: Toutemboan dan Toumbulu

Walau berasal dari dua sub-etnis berbeda, yakni Toutemboan dan Toumbulu, perbedaan bahasa dan budaya tidak menjadi penghalang. Justru perpaduan keduanya memperkuat rasa persaudaraan.

Tonaas Timanik Um Banua Sawangan

Tokoh penting pada masa awal berdirinya desa adalah Paulus Mandagi, yang dikenal sebagai Tonaas Timanik Um Banua Sawangan atau kepala distrik pada masa itu.

Asal Nama “Sawangan”

Nama Sawangan berasal dari kata mah sawang-sawangan, yang berarti “saling membantu” atau “tolong-menolong.” Nama ini mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan persatuan warga desa sejak awal berdirinya.

Peta Lokasi Desa

Batas Desa:
Utara

Kelurahan Pinaras

Timur

Perkebunan Rambunan

Selatan

Perkebunan Talikuran

Barat

Perkebunan Tincep

Luas Desa:

184.5 hektarr

Jumlah Penduduk:

306 Jiwa